🌿 Selamat Datang di Ruang Puisi
Di sini, setiap kata lahir dari rasa, setiap bait menyimpan makna, dan setiap jeda membawa cerita. Luangkan sejenak waktumu, resapi setiap larik, lalu biarkan puisi ini berbicara kepada hatimu.
Selamat membaca. Semoga menemukan sesuatu yang tak mampu diucapkan oleh kata-kata biasa.
Kau seperti permen karet,
manis saat pertama singgah di bibir.
Namun semakin lama bersamamu,
semakin enggan hati ini berakhir.
Kau wanita manja,
yang merajuk hanya demi dipeluk.
Bibirmu cemberut sesaat,
lalu mekar lagi dengan senyum yang membuatku luluh.
Seperti permen karet yang tak mudah kulepas,
begitulah rinduku melekat padamu.
Meski kadang tingkahmu menguji sabar,
aku tetap memilih tinggal di sisimu.
Biarlah dunia berkata kau terlalu manja,
aku justru menemukan rumah di dalam manjamu.
Karena cinta bukan sekadar rasa yang manis,
tetapi tentang bertahan, meski hati terus lengket oleh namamu.
✨ Terima kasih telah membaca hingga bait terakhir.
Jika puisi ini menyentuh hati, jangan ragu untuk membagikannya kepada orang-orang terdekat. Tinggalkan pendapatmu di kolom komentar dan ikuti terus karya-karya berikutnya.
📖 Baca puisi lainnya dan temukan inspirasi dalam setiap narasi dan emosi.
JustYD
Inspirasi Dalam Narasi dan Emosi.
Puisi Cinta
Belum ada Komentar untuk "Manja Semanis Permen Karet"
Posting Komentar
Catatan Untuk Para Jejaker