Hujan datang tanpa pernah meminta izin,
membasahi jalan yang pernah kita lewati.
Sedang aku masih berdiri di tempat yang sama,
menjaga kenangan yang telah lama kau tinggalkan.
Namamu masih sering terucap dalam diam,
bersama doa-doa yang tak lagi kau dengarkan.
Aku tak meminta kau kembali,
hanya berharap bahagiamu tak dibangun dari penyesalanku.
Banyak yang berkata waktu akan menyembuhkan,
namun waktu hanya mengajariku terbiasa terluka.
Sebab ada rindu yang tak pernah usai,
meski musim berganti berkali-kali.
Jika suatu saat hujan membawamu pulang,
aku mungkin tak lagi menunggu di ambang pintu.
Namun percayalah, di sudut hati yang paling sunyi,
cintaku akan tetap hidup sebagai doa yang tak pernah selesai.
Berikan pendapat anda tentang karya ini, tidak mengandung sara dan ujar kebencian.