Puisi: Kita Bukan Takdir
Kita Bukan Takdir
Pengantar
Tidak semua pertemuan diciptakan untuk berakhir dalam kebersamaan. Ada orang yang hadir membawa cerita, memberikan pengalaman, lalu perlahan berjalan ke arah yang berbeda. Puisi ini menggambarkan tentang dua hati yang pernah dekat, tetapi akhirnya harus menerima bahwa tidak semua hubungan memiliki akhir yang sama.
Puisi: Kita Bukan Takdir
Kita pernah berjalan beriringan,
berbagi cerita tentang hari yang panjang.
Tertawa dalam sederhana,
seolah jarak tak akan pernah ada.
Namun waktu membawa kita berubah,
langkah yang dulu searah mulai berbeda.
Bukan karena rasa kehilangan arti,
hanya saja perjalanan tak selalu harus bersama.
Pernah aku bertanya kepada malam,
mengapa pertemuan harus berakhir diam?
Mungkin ada jawaban yang belum kupahami,
bahwa tidak semua yang dekat harus dimiliki.
Kini biarlah kenangan tetap menjadi kenangan,
tanpa harus dipaksa menjadi masa depan.
Kita pernah menjadi bagian dari cerita,
meski akhirnya bukan halaman terakhirnya.
Jika suatu hari kita kembali bertemu,
semoga tak ada lagi rasa yang mengganggu.
Cukup senyum sebagai tanda penghargaan,
untuk kisah yang pernah kita jalankan.
Makna dan Pesan
Puisi ini bercerita tentang menerima kenyataan bahwa sebuah pertemuan tidak selalu berakhir dengan kebersamaan. Ada hubungan yang hadir untuk memberikan pengalaman, pelajaran, dan kenangan sebelum masing-masing melanjutkan perjalanan.
Pesannya adalah belajar menerima perbedaan arah tanpa harus membenci masa lalu. Tidak semua perpisahan berarti kegagalan. Terkadang, melepaskan dengan baik adalah cara untuk menghargai perjalanan yang pernah dilalui bersama.
Penutup
Kita mungkin bukan takdir untuk selamanya, tetapi setiap pertemuan tetap memiliki alasan. Biarkan kisah yang pernah ada menjadi bagian dari perjalanan, bukan beban yang harus dibawa sepanjang kehidupan.
Puisi Cinta
Belum ada Komentar untuk "Kita Bukan Takdir"
Posting Komentar
Catatan Untuk Para Jejaker