Kau pernah datang seperti musim yang dinanti,
membawa harum bunga ke taman hatiku.
Pada senyummu, aku belajar percaya,
bahwa cinta mampu menghidupkan jiwa yang lama terluka.
Kita menulis kisah di bawah langit yang sama,
menitipkan mimpi pada angin yang berembus pelan.
Setiap tawa menjadi nyanyian,
setiap tatap menjadi janji yang tak perlu diucapkan.
Namun waktu memiliki caranya sendiri,
mengubah pelukan menjadi kenangan,
mengubah "selamanya" menjadi "pernah ada",
dan menyisakan sunyi di setiap langkah.
Kini, setiap senja mengingatkan namamu,
setiap hujan membasahi rindu yang tak sempat pulang.
Aku tak lagi memintamu kembali,
sebab cinta sejati tak selalu berarti memiliki.
Jika kelak kita dipertemukan oleh takdir yang berbeda,
izinkan aku tersenyum tanpa air mata.
Karena meski kisah kita berakhir dalam duka,
aku tetap bersyukur pernah mencintaimu dengan segenap jiwa.
Puisi Cinta
Puisi Duka
Puisi Romansa
Belum ada Komentar untuk "Cinta yang Menyisakan Senyap"
Posting Komentar
Catatan Untuk Para Jejaker