Pengantar
Pelabuhan Terakhir Bernama Cinta Oleh JustYD Prosa Pengantar Cinta tidak selalu hadir dengan kata-kata yang megah. Kadang ia bersembunyi di ...
Puisi: Pelabuhan Terakhir Bernama Cinta
Pelabuhan Terakhir Bernama Cinta
Oleh JustYD
Prosa Pengantar
Cinta tidak selalu hadir dengan kata-kata yang megah. Kadang ia bersembunyi di balik tatapan yang sederhana, menunggu yang tak pernah terasa sia-sia, dan doa-doa yang diam-diam dipanjatkan setiap malam. Puisi ini lahir dari perasaan itu—tentang seseorang yang menjadi tempat pulang, penawar sepi, dan alasan untuk tetap percaya bahwa hati yang tulus akan selalu menemukan jalannya.
Puisi
Aku tak meminta langit
menghentikan hujan demi bahagiaku,
sebab di matamu,
aku telah menemukan teduh
yang tak pernah diajarkan musim.
Cintamu datang
bukan seperti petir yang mengejutkan,
melainkan embun yang perlahan
menghidupkan bunga-bunga
di taman hatiku yang lama mengering.
Jika suatu hari waktu
mencoba memisahkan langkah kita,
biarlah doa menjadi jembatan,
dan rindu menjadi cahaya
yang selalu menuntunku pulang kepadamu.
Karena mencintaimu
bukan sekadar mengucapkan "aku sayang",
melainkan memilih tetap tinggal,
meski dunia berkali-kali
mengajarkan arti kehilangan.
Makna Puisi
Puisi ini menggambarkan cinta yang tulus sebagai tempat pulang bagi hati yang lelah. Cinta tidak digambarkan dengan kemewahan, melainkan melalui kesetiaan, kesabaran, dan harapan yang tetap hidup meski diuji oleh waktu.
Penutup
Terima kasih telah membaca puisi ini. Semoga setiap bait mampu menghadirkan kehangatan, menghidupkan kenangan, dan menjadi teman bagi siapa pun yang sedang mencintai maupun merindukan.
Puisi Cinta
Belum ada Komentar untuk "Pelabuhan Terakhir Bernama Cinta"
Posting Komentar
Catatan Untuk Para Jejaker