Aku tak membutuhkan langit yang selalu cerah,
cukup ada kamu yang tetap bertahan.
Sebab cinta bukan tentang siapa yang sempurna,
melainkan siapa yang tetap memilih tinggal.
Bersamamu, aku belajar bahwa bahagia itu sederhana.
Bukan tentang mewahnya dunia,
tetapi tentang dua hati yang saling menguatkan,
meski hari tak selalu ramah.
Jika suatu saat langkahku melemah,
genggamlah tanganku tanpa banyak kata.
Karena kehadiranmu adalah jawaban,
bagi segala lelah yang tak pernah kuucapkan.
Aku tak berjanji menjadi yang terbaik,
namun aku akan berusaha menjadi yang paling setia.
Menemanimu dalam tawa dan air mata,
hingga waktu tak lagi mampu menghitung usia cinta.
Dan bila kelak rambut kita memutih,
semoga namamu tetap menjadi doa yang paling sering kusebut.
Sebab sejak mengenalmu, aku mengerti,
rumah yang sesungguhnya adalah hati yang saling mencintai.
Berikan pendapat anda tentang karya ini, tidak mengandung sara dan ujar kebencian.