Kuli Panggul

Kuli Panggul
Kuli Panggul

Di bahu renta, beban bertumpu,
keringat jatuh membasuh waktu.
Langkahnya berat, namun tak mengeluh,
demi sepotong harap yang tak pernah runtuh.

Pagi menyapa sebelum mentari,
ia telah berdiri mencari rezeki.
Mengangkat karung, peti, dan mimpi,
agar dapur tetap mengepul setiap hari.

Tak ada jas yang membungkus tubuh,
hanya kaus lusuh penuh peluh.
Namun harga dirinya tetap utuh,
sebab bekerja adalah jalan yang teguh.

Sering dipandang sebelah mata,
seolah hidupnya tak bermakna.
Padahal di balik tenaga yang menyala,
ada keluarga yang menanti dengan cinta.

Wahai kuli panggul, engkau pahlawan sunyi,
tak namamu terpahat, tak kisahmu dipuji.
Namun setiap tetes keringat yang kau beri,
adalah kehormatan bagi hidup yang kau jalani.
Puisi Bebas

Belum ada Komentar untuk "Kuli Panggul"

Posting Komentar

Catatan Untuk Para Jejaker
  • Mohon Tinggalkan jejak sesuai dengan judul artikel.
  • Tidak diperbolehkan untuk mempromosikan barang atau berjualan.
  • Dilarang mencantumkan link aktif di komentar.
  • Komentar dengan link aktif akan otomatis dihapus
  • *Berkomentarlah dengan baik, Kepribadian Anda tercemin saat berkomentar.

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel

✦ JustYD
Panel Visual CSS Postingan
Atur tampilan artikel tanpa menulis CSS. Perubahan dapat dipratinjau langsung.
SINGLE POST
🎨 Preset Tampilan
✍ Tipografi
🎨 Warna
▣ Bentuk & Spasi
👁 Pratinjau
Judul Puisi

Di antara senja dan sunyi, ada kata yang tetap tinggal. Ia tumbuh menjadi kenangan, lalu menjadi puisi.

Sebab beberapa perasaan memang lebih indah ketika dituliskan.
Cara memakai: di Tata Letak panel ini menjadi panduan visual. Untuk mengatur tampilan pada blog secara langsung, buka URL artikel dengan tambahan ?jydsettings=1. Pengaturan tersimpan di browser/perangkat yang Anda gunakan. Tombol Salin Konfigurasi menghasilkan nilai konfigurasi jika ingin dijadikan pengaturan bawaan template.