Kuli Panggul
Di bahu renta, beban bertumpu,
keringat jatuh membasuh waktu.
Langkahnya berat, namun tak mengeluh,
demi sepotong harap yang tak pernah runtuh.
Pagi menyapa sebelum mentari,
ia telah berdiri mencari rezeki.
Mengangkat karung, peti, dan mimpi,
agar dapur tetap mengepul setiap hari.
Tak ada jas yang membungkus tubuh,
hanya kaus lusuh penuh peluh.
Namun harga dirinya tetap utuh,
sebab bekerja adalah jalan yang teguh.
Sering dipandang sebelah mata,
seolah hidupnya tak bermakna.
Padahal di balik tenaga yang menyala,
ada keluarga yang menanti dengan cinta.
Wahai kuli panggul, engkau pahlawan sunyi,
tak namamu terpahat, tak kisahmu dipuji.
Namun setiap tetes keringat yang kau beri,
adalah kehormatan bagi hidup yang kau jalani.
Puisi Bebas
Belum ada Komentar untuk "Kuli Panggul"
Posting Komentar
Catatan Untuk Para Jejaker