JustYD Inspirasi Dalam Narasi dan Emosi

Di Antara Hening Semesta

Di Antara Hening Semesta

Puisi: Di Antara Hening Semesta

Rimba memeluk kabut tanpa suara,
sementara angin mengurai kisah yang tak lagi bernama.
Di kaki bukit, bayang senja memanjang,
menyisakan sepi yang enggan pulang.

Sungai mengalir membawa gugur dedaunan,
seperti waktu yang mengangkut setiap kenangan.
Riaknya tak pernah bertanya siapa yang kehilangan,
ia hanya terus berjalan menuju lautan.

Langit menyalakan kelabu di ufuk barat,
sementara hujan jatuh dengan tangis yang khidmat.
Bumi menerima setiap tetes tanpa mengeluh,
sedang dadaku masih retak oleh perpisahan yang utuh.

Malam pun tiba bersama ribuan bintang,
namun tak satu pun mampu menggantikan yang hilang.
Alam mengajarkan bahwa setiap gugur akan berganti,
tetapi ada kehilangan yang selamanya menetap di hati.

Maka kubiarkan angin membawa namamu,
kubiarkan hujan menyimpan setiap rinduku.
Sebab di antara bumi, langit, dan waktu yang terus berlalu,
duka tetap menemukan rumahnya di dalam kalbu.

Belum ada Komentar untuk "Di Antara Hening Semesta"

Posting Komentar

Catatan Untuk Para Jejaker
  • Mohon Tinggalkan jejak sesuai dengan judul artikel.
  • Tidak diperbolehkan untuk mempromosikan barang atau berjualan.
  • Dilarang mencantumkan link aktif di komentar.
  • Komentar dengan link aktif akan otomatis dihapus
  • *Berkomentarlah dengan baik, Kepribadian Anda tercemin saat berkomentar.

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2