Hujan yang Membawa Namamu

Hujan yang Membawa Namamu
Pagi turun bersama hujan,
membasahi kaca yang dipenuhi embun.
Aku terbaring dalam pelukan demam,
namun yang paling kurasakan adalah rindumu.

Rintik-rintik mengetuk atap rumah,
seolah menyebut namamu berulang kali.
Andai langkahmu hadir di ambang pintu,
mungkin separuh sakit ini telah pergi.

Kasur ini menjadi saksi,
betapa cinta mampu mengalahkan sunyi.
Meski tubuhku rapuh menahan lelah,
hatiku tetap teguh menunggumu kembali.

Biarlah hujan terus bernyanyi di pagi ini,
hingga langit lelah menumpahkan air mata.
Sebab di setiap tetesnya, aku selalu percaya,
cinta yang tulus akan menemukan jalan pulang.
Puisi Cinta

Belum ada Komentar untuk "Hujan yang Membawa Namamu"

Posting Komentar

Catatan Untuk Para Jejaker
  • Mohon Tinggalkan jejak sesuai dengan judul artikel.
  • Tidak diperbolehkan untuk mempromosikan barang atau berjualan.
  • Dilarang mencantumkan link aktif di komentar.
  • Komentar dengan link aktif akan otomatis dihapus
  • *Berkomentarlah dengan baik, Kepribadian Anda tercemin saat berkomentar.

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel

✦ JustYD
Panel Visual CSS Postingan
Atur tampilan artikel tanpa menulis CSS. Perubahan dapat dipratinjau langsung.
SINGLE POST
🎨 Preset Tampilan
✍ Tipografi
🎨 Warna
▣ Bentuk & Spasi
👁 Pratinjau
Judul Puisi

Di antara senja dan sunyi, ada kata yang tetap tinggal. Ia tumbuh menjadi kenangan, lalu menjadi puisi.

Sebab beberapa perasaan memang lebih indah ketika dituliskan.
Cara memakai: di Tata Letak panel ini menjadi panduan visual. Untuk mengatur tampilan pada blog secara langsung, buka URL artikel dengan tambahan ?jydsettings=1. Pengaturan tersimpan di browser/perangkat yang Anda gunakan. Tombol Salin Konfigurasi menghasilkan nilai konfigurasi jika ingin dijadikan pengaturan bawaan template.