Puisi: Hujan yang Membawa Namamu
Hujan yang Membawa Namamu
Pengantar
Hujan sering membawa suasana yang berbeda. Suaranya yang jatuh perlahan mampu menghidupkan kembali kenangan yang pernah tersimpan. Dalam puisi ini, hujan menjadi pengingat tentang seseorang yang pernah hadir dan meninggalkan kesan mendalam, meski waktu terus berjalan.
Puisi: Hujan yang Membawa Namamu
Hujan turun di balik jendela,
membasahi jalan yang mulai sepi.
Di antara suara rintiknya,
tiba-tiba terlintas kembali namamu.
Dulu kita pernah berbagi cerita,
ditemani langit yang sama.
Kini hanya hujan yang tersisa,
membawa kembali potongan kenangan.
Setiap tetes jatuh perlahan,
seperti waktu yang tak bisa diulang.
Ada cerita yang telah berlalu,
tetapi jejaknya belum benar-benar hilang.
Aku tak lagi mencari jawaban,
mengapa semuanya harus berubah.
Mungkin memang ada pertemuan,
yang cukup dikenang tanpa harus diulang.
Ketika hujan berhenti nanti,
mungkin namamu pun perlahan menjauh.
Namun selama kenangan masih tinggal,
hujan akan selalu mengingatkanku kepadamu.
Makna dan Pesan
Puisi ini menggunakan hujan sebagai simbol kenangan. Suara dan suasana hujan dapat membuat seseorang kembali mengingat masa lalu, termasuk seseorang yang pernah memiliki arti dalam perjalanan hidupnya.
Pesannya adalah bahwa kenangan tidak selalu harus dilupakan. Ada kenangan yang cukup diterima sebagai bagian dari perjalanan, tanpa harus membuat kita terus hidup di masa lalu.
Penutup
Hujan akan selalu datang dan pergi. Begitu pula kenangan. Ada yang tinggal lebih lama, ada pula yang perlahan memudar. Yang terpenting adalah tetap melangkah sambil menghargai setiap cerita yang pernah hadir.
Puisi Cinta
Belum ada Komentar untuk "Hujan yang Membawa Namamu"
Posting Komentar
Catatan Untuk Para Jejaker