Pagi turun bersama hujan,
membasahi kaca yang dipenuhi embun.
Aku terbaring dalam pelukan demam,
namun yang paling kurasakan adalah rindumu.
Rintik-rintik mengetuk atap rumah,
seolah menyebut namamu berulang kali.
Andai langkahmu hadir di ambang pintu,
mungkin separuh sakit ini telah pergi.
Kasur ini menjadi saksi,
betapa cinta mampu mengalahkan sunyi.
Meski tubuhku rapuh menahan lelah,
hatiku tetap teguh menunggumu kembali.
Biarlah hujan terus bernyanyi di pagi ini,
hingga langit lelah menumpahkan air mata.
Sebab di setiap tetesnya, aku selalu percaya,
cinta yang tulus akan menemukan jalan pulang.
Puisi Cinta
Belum ada Komentar untuk "Hujan yang Membawa Namamu"
Posting Komentar
Catatan Untuk Para Jejaker