Embun menetes di pucuk ilalang,
sementara angin menyusuri lembah tanpa suara.
Burung-burung pulang membawa nyanyian,
namun hatiku masih tertinggal di musim yang sama.
Gunung berdiri teguh memeluk cakrawala,
sungai mengalir seolah mengerti setiap resah.
Di antara bisik dedaunan yang berguguran,
aku menemukan namamu dalam sunyi yang tak pernah usai.
Jingga senja indah tertutupi awan kelabu yang mengganggu.
Seperti rinduku yang semula hangat,
perlahan kehilangan warna
karena tak lagi tahu ke mana harus pulang.
Andai angin dapat menyampaikan pesan,
biarlah ia membawa sepotong rindu yang tak sempat terucap.
Sampaikan padanya,
bahwa alam masih mengingat langkah-langkah kita,
meski hanya aku yang terus mengenang.
Malam akhirnya menaburkan bintang,
tetapi tak satu pun mampu menggantikan cahayamu.
Sebab di setiap keindahan alam yang kupandang,
selalu ada bayang seorang wanita yang diam-diam kurindukan.
Puisi Alam
Puisi Kerinduan
Belum ada Komentar untuk "Di Bawah Langit yang Menyimpan Namamu"
Posting Komentar
Catatan Untuk Para Jejaker