Aksara yang Menjelma Cinta

Aksara yang Menjelma Cinta
Pada senyap yang mengendap di sela senja,
kutulis namamu dengan diksi paling purba,
setiap huruf menjelma mantra yang setia,
menghidupkan rasa dalam sunyi yang nyata.

Kau adalah eunoia di halaman kalbuku,
mengubah resah menjadi harmoni yang teduh,
setiap kata yang lahir dari tatapmu,
menjadi semesta yang tak pernah runtuh.

Di antara metafora dan desir waktu,
aku merangkai afinitas tanpa jeda,
meski dunia lupa mengeja namamu,
hatiku tetap fasih menyebutnya selamanya.

Jika kelak seluruh leksikon memudar,
dan usia menua bersama cakrawala,
biarlah cintaku menjadi aksara yang tak pudar,
abadi dalam ingatan, selamanya bermakna.
Puisi Cinta

Belum ada Komentar untuk "Aksara yang Menjelma Cinta"

Posting Komentar

Catatan Untuk Para Jejaker
  • Mohon Tinggalkan jejak sesuai dengan judul artikel.
  • Tidak diperbolehkan untuk mempromosikan barang atau berjualan.
  • Dilarang mencantumkan link aktif di komentar.
  • Komentar dengan link aktif akan otomatis dihapus
  • *Berkomentarlah dengan baik, Kepribadian Anda tercemin saat berkomentar.

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel

✦ JustYD
Panel Visual CSS Postingan
Atur tampilan artikel tanpa menulis CSS. Perubahan dapat dipratinjau langsung.
SINGLE POST
🎨 Preset Tampilan
✍ Tipografi
🎨 Warna
▣ Bentuk & Spasi
👁 Pratinjau
Judul Puisi

Di antara senja dan sunyi, ada kata yang tetap tinggal. Ia tumbuh menjadi kenangan, lalu menjadi puisi.

Sebab beberapa perasaan memang lebih indah ketika dituliskan.
Cara memakai: di Tata Letak panel ini menjadi panduan visual. Untuk mengatur tampilan pada blog secara langsung, buka URL artikel dengan tambahan ?jydsettings=1. Pengaturan tersimpan di browser/perangkat yang Anda gunakan. Tombol Salin Konfigurasi menghasilkan nilai konfigurasi jika ingin dijadikan pengaturan bawaan template.