Elegi pada Hening yang Tersisa

Elegi pada Hening yang Tersisa
Langit menggulung kelabu di pelupuk petang,
sementara rinduku menjelma gema yang tak pulang;
setiap langkah menyusuri lorong kenangan,
namun hanya sunyi yang sudi menjadi teman.

Kau telah pergi bersama musim yang berganti,
meninggalkan jejak yang tak mampu kuhindari;
waktu terus berarak tanpa menoleh lagi,
sedang hatiku masih terpaut pada memori.

Kupungut serpih harapan yang nyaris luruh,
meski takdir mengajarkan bahwa kehilangan adalah utuh;
sebab duka bukan sekadar air mata yang jatuh,
melainkan cinta yang tak lagi menemukan arah untuk berteduh.

Jika suatu hari angin membawa namamu kembali,
biarlah ia singgah sebagai doa, bukan penyesalan;
karena pada setiap akhir yang sunyi,
selalu ada cinta yang memilih abadi dalam kenangan.
Puisi Duka

Belum ada Komentar untuk "Elegi pada Hening yang Tersisa"

Posting Komentar

Catatan Untuk Para Jejaker
  • Mohon Tinggalkan jejak sesuai dengan judul artikel.
  • Tidak diperbolehkan untuk mempromosikan barang atau berjualan.
  • Dilarang mencantumkan link aktif di komentar.
  • Komentar dengan link aktif akan otomatis dihapus
  • *Berkomentarlah dengan baik, Kepribadian Anda tercemin saat berkomentar.

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel

✦ JustYD
Panel Visual CSS Postingan
Atur tampilan artikel tanpa menulis CSS. Perubahan dapat dipratinjau langsung.
SINGLE POST
🎨 Preset Tampilan
✍ Tipografi
🎨 Warna
▣ Bentuk & Spasi
👁 Pratinjau
Judul Puisi

Di antara senja dan sunyi, ada kata yang tetap tinggal. Ia tumbuh menjadi kenangan, lalu menjadi puisi.

Sebab beberapa perasaan memang lebih indah ketika dituliskan.
Cara memakai: di Tata Letak panel ini menjadi panduan visual. Untuk mengatur tampilan pada blog secara langsung, buka URL artikel dengan tambahan ?jydsettings=1. Pengaturan tersimpan di browser/perangkat yang Anda gunakan. Tombol Salin Konfigurasi menghasilkan nilai konfigurasi jika ingin dijadikan pengaturan bawaan template.